Asesmen membaca untuk SD kelas 1–3

Anak membaca. BacaLaras mendengarkan.Guru memutuskan.

Menilai kelancaran membaca satu per satu itu berat. BacaLaras mengubah satu sesi membaca singkat menjadi gambaran yang rapi dan terukur — lengkap dengan langkah berikutnya untuk tiap siswa.

Baca. Didengar. Dipahami.

Bagaimana BacaLaras bekerja

Lima tahap yang berulang sepanjang tahun. Bukan sekali pakai — makin sering dijalankan, makin jelas perkembangan tiap siswa.

  1. 01NILAI

    Siswa membaca, BacaLaras mendengarkan

    Siswa membaca teks bergambar dengan suara nyaring. Rekaman diubah menjadi dua ukuran yang mudah dipahami: kelancaran (WCPM) dan akurasi membaca.

    Yang terlihat: WCPM · Akurasi

  2. 02ANALISIS

    Jawaban dinilai dari tiga sisi

    Pertanyaan pemahaman menilai apakah siswa menemukan informasi, memahami isi, dan bisa menilai isi bacaan — bukan sekadar menjawab benar atau salah.

    Yang terlihat: Menemukan · Memahami · Menilai

  3. 03PUTUSKAN

    Status yang jelas, bukan kotak hitam

    Aturan yang transparan menentukan langkah tiap siswa: perlu pendampingan, tetap di level yang sama, atau siap naik ke bacaan berikutnya.

    Yang terlihat: Rekomendasi per siswa

  4. 04LATIH

    Guru langsung tahu harus apa

    Bukan sekadar angka. Guru melihat siapa yang perlu perhatian lebih dulu dan latihan seperti apa yang cocok untuknya.

    Yang terlihat: Daftar prioritas

  5. 05NILAI ULANG

    Perkembangan terlihat dari waktu ke waktu

    Satu asesmen hanyalah potret sesaat. Dengan mengulang siklus ini sepanjang tahun, guru bisa melihat kemajuan tiap siswa.

    Yang terlihat: Grafik perkembangan

Rekomendasi yang mungkin muncul:

Perlu IntervensiPertahankanKandidat NaikNaik LevelBelum Diases

Mulai dari satu kelas

Coba dengan beberapa siswa dulu. Tidak perlu menyiapkan apa pun — cukup bacaan dan waktu beberapa menit per anak.